fbpx

Kamu pernah denger istilah “overheat” pada motor belum?

Overheat adalah kondisi dimana mesin motor mengalami panas yang berlebih. Hal ini biasa terjadi jika perawatan kurang rutin atau kamu sering pelakukan perjalanan jauh. Juga dikarenakan kerapkali kamu melalui medan yang cukup berat, otomatis motor bekerja lebih keras sehingga terjadilah overheat. Nah, biasanya juga overheat terjadi pada motor yang memiliki mesin pendingin namun tidak berfungsi secara maksimal. Jika seperti ini otomatis akan kehilangan tenaga saat dikendarai.

Jika terjadi hal ini, tidak perlu panik ya. Karena bagaimana pun, overheat adalah sesuatu yang wajar terjadi.  Namun jika overheat dibiarkan terjadi terus-menerus, pastinya akan menimbulkan kondisi yang semakin parah.

Supaya motormu tetap aman, Digimin bagikan ke kamu 7 cara mencegah overheat pada motor. Simak ya!

1. Mengecek Air Radiator

Sekarang udah banyak sepeda motor yang dilengkapi sistem mesin pendingin. Namun jangan dianggap remeh ya, karena komponen ini juga perlu dirawat secara berkala. Terutama air radiator. Untuk mengecek air radiator cukup mudah, kamu tidak perlu ke bengkel. Kamu bisa melakukannnya sendiri di rumah. Cara mengeceknya cukup melalui lubang intip yang terdapat pada reservoir cairan radiator. Sebaiknya kamu cek sebelum melakukan perjalanan. Nah, idealnya mengecek air radiator pun sama seperti oli yaitu 2 atau 3 bulan sekali.

2. Mengecek Suhu Radiator

Sebelumnya kamu mesti tahu bahwasanya motor dengan ber-CC tinggi cenderung memiliki suhu mesin yang lebih panas. Lalu bagaimana cara mengeceknya? caranya mudah. Kamu cukup melihat nyala lampu indikator pada layar speed motor. Jika indikator tersebut sudah nyala dan berkedip, artinya sudah menujukkan suhu panas yang berlebih pada motor.

3. Mengganti Cairan Coolant

Fungsi cairan coolant adalah menjaga suhu mesin motor agar tetap stabil. Dan pastinya mencegah agar suhu tidak terlalu panas. Air radiator yang tidak diganti akan berdampak buruk pada motor. Jika air radiator tidak diganti/berkurang, akan mengakibatkan panas berlebih/overheat dan berdampak pada performa mesin motor.

4. Rajin Membersihkan Radiator

Gak hanya body motor, radiator pun rentan dengan istilah “kotor”. Terlebih jika musim hujan, pastinya kerapkali terkena cipratan becekan dan sebagainya. Nah, pertanyaannya: Radiator boleh dicuci? tentu saja boleh. Justru membersihkan radiator merupakan hal penting. Tujuan utama membersihkan radiator adalah agar mesin motor tidak mengalami overheat. Teknis dalam pembersihan radiator adalah membersihkan debu yang menempel. Dimana debu berasal dari udara yang disaring oleh fan radiator. Jika tidak dibersihkan secara teratur, kotoran debu akan terus menumpuk yang tentunya menganggu kinerja radiator.

5. Memilih Oli yang Tepat

Sebagai pengguna motor, tentunya kamu harus paham oli yang tepat untuk motormu. Jika bingung, kamu bisa konsultasi dengan bengkel resmi atau pun bengkel motor langganan yang terpercaya. Nah, dari sana kamu paham mana oli terbaik untuk motormu.

6. Mengganti Oli secara Teratur

Seiring durasi pemakaian sepeda motor, oli akan menjadi kotor dan berubah sifat kimianya. Kualitas oli dalam melumasi mesin pun makin lama makin berkurang. Jika tidak ada pelumas, mesin tidak akan bertahan lama dan pastinya cepat aus hingga akhirnya rusak.

Jadi, kapan waktu yang pas untuk ganti oli? Oli motor sebaiknya diganti setelah menempuh jarak minimal 2000 kilometer atau sekitar 2 sampai 3 bulan. Kamu harus memperhatikan pergerakan speed meter dan menjadwalkan penggantian oli secara rutin.

7. Mengganti Kipas Radiator

Fungsi fan radiator sebagai kipas atau pendingin udara yang mengalir ke mesin radiator. Jadi, saat kamu mengecek komponen radiator lain, jangan lupa cek fan radiator ya. Yang pasti kamu harus selalu memastikan bahwa fan radiator tetap bekerja secara maksimal.

Login

Lost your password?
×