fbpx

Salah satu cara termudah untuk membedakan knalpot racing dan knalpot standar adalah dari segi suaranya. Knalpot racing memiliki suara yang cukup khas dibanding suara knalpot standar. Namun perbedaannya tidak hanya sampai disitu saja. Selain itu apalagi? Yuk kita bahas perbedaan knalpot racing vs knalpot standar. Cekidot!

1. Ukuran Knalpot

Ketika pabrikan motor memproduksi komponen-komponen motor, tentunya dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan motor yang akan terpasang bersama komponen tersebut. Termasuk knalpot. Knalpot standar dirancang sesuai dengan kebutuhan motor dengan tujuan mengoptimalkan performa juga kenyamanan berkendara. Selain itu juga meminimalisir gas sisa pembakaran dan suara yang dihasilkan agar lebih halus.

Berbeda dengan knalpot racing. Ukuran knalpot menjadi parameter terhadap suara dan performanya. Komponen seperti header sampai pipa galvanis atau pipa stainless yang digunakan tentunya memiliki ukuran yang dirancang sedemikian rupa supaya menghasilkan deru suara yang enak dan gahar namun performa tetap maksimal.

2. Bahan Bakar Motor

Bahan bakar memiliki peran pada proses pembakaran saat mesin motor dinyalakan sehingga motor mampu berjalan. Proses tersebut pastinya menghasilkan gas sisa pembakaran yang dikeluarkan melalui knalpot.

Nah, ada salah satu stigma masyarakat umum yang perlu kita luruskan nih. Sebagian orang berpikir bahwasanya menggunakan motor dengan knalpot racing mengakibatkan lebih boros mengkonsumsi bahan bakar dibanding motor dengan knalpot standar.

Kita luruskan yaa: itu keliru.

Kalau kita mendengar suara knalpot racing yang berisik tentunya berpikir lebih boros bensin. Justru yang perlu kamu ketahui, knalpot racing mampu menghemat bahan bakar kendaraan lho.

Knalpot racing dirancang dengan mensetting ulang sistem pengapian. Jika motor dengan knalpot jenis racing digunakan pada kecepatan wajar, bahan bakar yang digunakan pastinya menjadi lebih irit.

Namun banyak banget nih pengguna knalpot racing bukannya berkendara secara wajar malah ketagihan bermain gas dengan ugal-ugalan.

Kebiasaan memutar gas secara tiba-tiba bisa memicu naiknya pembakaran sehingga membutuhkan bahan bakar lebih. Nah, tentunya hal ini membuat kamu jadi lebih boros benssin.

3. Struktur Knalpot

Jika kamu perhatikan, perbedaan dasar dan paling terlihat antara knalpot standar dan racing terletak pada struktur dasar knalpotnya. Struktur dasar ini maksudnya adalah ada atau tidaknya tabung yang menjadi penghubung antara mesin dengan bagian header knalpot.

Nah, jadi knalpot versi standar menggunakan tabung sebagai jalur untuk mengalirkan gas sisa pembakaran pada mesin atau biasa kita sebut dengan catalytic converter.

Jumlah catalytic converter yang digunakan pada setiap knalpot kembali lagi tergantung pada mesin. Komponen ini memiliki fungsi untuk memecah suara agar tidak bising. FYI, peran catalytic converter yang menggunakan bahan logam yang langka seperti paladium dan lainnya adalah sebagai bahan pengubah gas buang menjadi lebih bersih, dan pastinya melewati berbagai tahapan yang dibuat menjadi sekatan sekatan. sehingga otomatis gas buang dan suara menjadi kecil.

Beda halnya dengan knalpot racing. Knalpot versi racing tidak menggunakan catalytic converter seperti knalpot standar. Desain knalpot racing menggunakan header berbahan galvanis atau pipa stainless langsung hingga ke belakang tanpa catalytic converter. Hal inilah yang membuat suara knalpot racing terdengar lebih nyaring.

Nah, yang perlu kamu ketahui, ada beberapa tipe knalpot standar yang juga dilengkapi dengan komponen. Komponen tersebut dikenal dengan istilah glasswool. Glasswool adalah serabut yang berfungsi agar suara knalpot lebih halus lagi.

Uniknya, pada knalpot racing justru komponen glasswool ini lebih sedikit dibandingkan dengan knalpot standar. Pengurangan glasswool pada knalpot racing justru bertujuan agar suaranya lebih nyaring saat motor digas jadi tidak memerlukan peredam suara apapun.

Nah, kurang lebih kamu sudah paham kan perbedaaan antara knalpot racing dengan knalpot standar? Namun belum selesai sampai disini. Masih ada lanjutannya lagi di artikel bagian ke-2. Nantikan ya!

 

 

Login

Lost your password?
×